PERAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA DITINJAU DARI KUALITAS BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V SDN 1 PUCUNGKIDUL
DOI:
https://doi.org/10.56445/jje.v3i1.110Keywords:
Background Orang Tua, Kualitas Belajar, Pendidikan Orang TuaAbstract
Peran orang tua terhadap pendidikan anak sangat penting. Terlebih mengenai dukungan untuk mencapai kualitas belajar anak yang baik ketika di sekolah. Pendidikan yang pernah di lakukan oleh orang tua menjadi dasar bagaimana orang tua akan mampu berperan pada kualitas belajar anak. Sebagaimana penelitian di SDN 1 Pucungkidul, orang tua memiliki keberagaman latar pendidikan seperti Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama dan Sarjana memberikan perbedaan peran terhadap kualitas belajar peserta didik kelas V SDN 1 Pucungkidul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, merupakan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Subjek penelitian ini peserta didik kelas V SDN 1 Pucung Kidul. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian diketahui Perhatian yang tulus Orang tua dengan latar belakang pendidikan SMA sebagai pengasuh anak memainkan peranan yang sangat menentukan dalam perkembangan anak, Dorongan belajar Orangt ua dengan pendidikan SMA lebih peduli dengan pendidikan peserta didik akan berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta didik dan memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik dalam menunjang pendidikan. Mengajari sopan santun. Pembentukan sopan santun dimulai dari keluarga. Memberikan kebutuhan hidup. Orang tua dengan latar belakang pendidikan SMA akan memberikan fasilitas belajar yang cukup sehingga berpengaruh terhadap perkembangan kualitas belajar peserta didik. Memenuhi kebutuhan sekolah. Orang tua dengan latar Pendidikan SMA akan melengkapi alat-alat pelajarannya, akan semakin dapat orang belajar dengan sebaik-baiknya, sebaliknya kalau alat-alatnya tidak lengkap, maka hal ini merupakan gangguan di dalam proses belajar, sehingga hasilnya akan mengalami gangguan.
References
Antoro, Dwi Sunu. (2010). Pembudayaan Sikap Sopan Santun di Rumah dan di Sekolah. Jurnal Pendidikan. Yogyakarta : Universitas Terbuka.
Bertens. (1981). Filsafat Barat dalam Abad XX. Jakarta: Gramedia, 1981
Bisri, FIL m. (2009). Akhlak. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Islam Republik Indonesia.
Damayanti, Ria, Stefanus Soejanto Sandjaja. (2012) Gambaran Forgiveness pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan. Jurnal Noetic Psychology. 2(2).
Hasbiansyah. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Jurnal Mediator. 9.
Heidegger, Martin. (1990) Phenomenology and Fundamental Ontology: The Disclosure of Meaning. New York: The Continuum Publishing Company.
Hariyanto, Samani Muchlas. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung.: PT Remaja Rosdakarya.
Kesuma, Dharma, Triatna, Cepi, dan Permana, Johar. (2011). Pendidikan Karakter, Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.
Moustakas, Clark. (1994). Phenomenological Research Methods. New Delhi: Sage Publication.
Mulyasa. (2014). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich Masnur. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Mustakim, Bagus. (2011). Pendidikan Karakter, Membangun Delapan Karakter Emas Menuju Indonesia Bermartabat. Yogyakarta : Samudra Biru
Rahmatullah, Azam Syukur. (2016). Menggali Nilai-nilai “Pendidikan Tali Asih” Melalui Tradisi Ahlen di Kecamatan Kalijambe Sragen Jawa Tengah. Jurnal Epistemé. 11(2).
Rusyan, Tabrani. (2013). Membangun Disiplin Karakter Peserta didik Bangsa. Jakarta: Pustaka Dinamika.
Suryani, Liliek. 2014. Upaya Meningkatkan Sopan Santun Berbicara dengan Teman Sebaya Melalui Bimbingan Kelompok. Jurnal Pendidikan.
Sutarjo, Adi Susilo. (2012). Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Wibowo, Agus. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter di Sekolah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yusuf, Syamsu. (2010). Psikologi Perkembangan Peserta didik dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.



